Pages

Pencucian kerang untuk dijadikan kerajinan
Pembelajaran murid-murid Desa Kebundadap Barat
Pembuatan amplang bersama warga desa sekitar
Pembuatan teh kelor oleh mahasiswa KKN 55 UTM
Kemeriahan kemerdekaan RI ke-72 Desa Kebundadap Barat

Menggali Lebih Dalam Potensi Desa Kebundadap Barat


Sebagai salah satu desa yang cukup maju di Kecamatan Saronggi, Desa Kebundadap Barat memiliki banyak sekali keunikan. Terletak sekitar 10 kilometer dari pusat kota, warga Desa Kebundadap Barat sudah bisa dibilang maju. Kebanyakan warganya sudah berjenjang perguruan tinggi bahkan mampu mendirikan usaha rumahan sendiri. Desa Kebundadap terdiri atas dua dusun yang terbagi atas dataran tinggi dan dataran rendah. Dusun Kolla merupakan dataran rendah sedangkan Dusun Gading merupakan dataran tinggi. Perbedaan faktor geografis inilah yang menyebabkan adanya perbedaan mata pencaharian warga Desa Kebundadap Barat. Kebanyakan warga Dusun Kolla berprofesi sebagai pegawai negeri, nelayan, dan pemilik industri rumahan, sedangkan warga Dusun Gading mayoritas berprofesi sebagai petani.

Jumlah penduduk di desa Kebundadap Barat yaitu 597 KK atau 2023 jiwa. Jumlah penduduk laki-laki yaitu 987 jiwa dan perempuan berjumlah 1036 jiwa. Kebanyakan laki-laki bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS), nelayan, dan petani. Sedangkan perempuan mayoritas bekerja sebagai pembuat kue basah. Banyak sekali makanan yang dapat diproduksi oleh ibu-ibu yang ada di Desa Kebundadap Barat. Sumber daya lokal, baik alam maupun manusia sudah dapat bersinergi dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya produk yang dihasilkan warga dari sumber daya alam. Warga sudah dapat memaksimalkan apa yang sudah disediakan oleh alam.

Potensi alam yang dimiliki oleh Desa Kebundadap Barat antara lain yaitu singkong, jagung, kacang hijau, ikan sungai, dan tanaman untuk obat. Singkong yang banyak ditanam di Dusun Gading sudah diolah menjadi keripik oleh warga. Pemasarannya sudah cukup besar sehingga Saronggi dapat dikategorikan menjadi salah satu produsen keripik singkong terenak selain Manding. Selain keripik, jagung yang sudah ditanam oleh warga juga diproduksi menjadi marning dan mie jagung, namun produksinya terhenti karena adanya kendala kemasan yang mahal.

Hasil tangkapan di sungai pun dapat dijadikan sumber penghasilan warga. Banyak ikan dan kerang yang dijual di pasar, ada juga yang mengolahnya terlebih dahulu agar meningkatkan nilai jual. Salah satu hasil tangkapan sungai adalah ikan bandeng yang dapat dijadikan bahan utama pembuatan amplang atau kerupuk ikan, dan nugget ikan. Selain itu, mayoritas ibu-ibu di Dusun Kolla merupakan pembuat kue basah seperti getas, onde-onde, kue lumpur, dan lain-lain. Biasanya ibu-ibu akan menjual ke pasar atau hanya menerima pesanan. Saat menjelang upacara Nyadhar, kebanyakan ibu-ibu membuat getas, karena getas merupakan makanan khas saat perayaan Nyadhar.

Dengan adanya peningkatan ekonomi dari warga, maka warga Kebundadap Barat bisa dikatakan mandiri sehingga mampu bersaing dengan desa-desa lainnya yang ada di Kecamatan Saronggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar