Pages

Pencucian kerang untuk dijadikan kerajinan
Pembelajaran murid-murid Desa Kebundadap Barat
Pembuatan amplang bersama warga desa sekitar
Pembuatan teh kelor oleh mahasiswa KKN 55 UTM
Kemeriahan kemerdekaan RI ke-72 Desa Kebundadap Barat

'Ngorap', Sebagai Wujud Penghormatan Syekh Anggasuto

Bersih desa yang dilakukan di makam Syekh Anggasuto dan Syekh Kabasa kemarin (29/7) diikuti oleh sejumlah warga dan juga mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura yang sedang mengikuti Kuliah Kerja Nyata. Bersih desa ini dilakukan seminggu sebelum perayaan Nyadhar yang akan dilaksanakan tepat tanggal 4 Agustus 2017. Nyadhar merupakan salah satu perayaan tahunan yang dilaksanakan oleh warga Desa Pinggir Papas namun dilakukan di Desa Kebundadap Barat, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep.



Nyadhar dilakukan dengan tujuan untuk memperingati haul Syekh Anggasuto yang merupakan penemu garam pertama kali. Nyadhar biasa dilaksanakan dua kali dalam setahun, yaitu bulan Agustus dan September. Perayaan pertama pada tahun ini yang akan dilakukan pada tanggal 4 Agustus, masyarakat berbondong-bondong untuk datang ke Dusun Kolla, Desa Kebundadap Barat. Banyak sekali masyarakat yang beraktivitas mulai dari mengecat ulang pendopo, menyapu pelataran makam, hingga menyiapkan makan bersama. Kegiatan ini diikuti ratusan warga yang mulai beraktivitas sejak pukul 07.00 WIB.



Bersih desa atau yang disebut 'Ngorap' dalam bahasa Madura, dilakukan masyarakat dengan antusias. Baik golongan tua dan muda membaur menjadi satu. Para ibu menyiapkan makanan untuk Bapak-Bapak yang sedang kerja bakti. Terlihat pula sejumlah anak kecil yang bermain sambil menemani orang tua mereka. Ngorap' merupakan salah satu wujud penghormatan kepada Syekh Anggasuto yang merupakan penemu garam sehingga dapat mengubah kehidupan masyarakat Madura. Sejak saat itu, Syekh Anggasuto dianggap sebagai salah satu orang yang berjasa bagi kehidupan masyarakat Madura. Makam Syekh Anggasuto pun dikeramatkan oleh warga sekitar sehingga tidak semua orang dapat memasuki makam tersebut. Hanya orang-orang pilihan dan kerabat dari Syekh Anggasuto dan Syekh Kabasa yang diizinkan oleh juru kunci untuk memasuki makam.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar